Uraian Spesification Autority & Public Key Infra Struktur

Certification Authority
Konsep yang bisa dipercaya sebagaibahan pengakuan yang disebut Certification Authority (CA). CA mengeluarkan sertifikat kunci publik, yang mengikat nama pengguna ke kunci publiknya. Sebuah sertifikat adalah paket data yang mengidentifikasikan sesuatu yang sungguh-sungguh ada secara lengkap dan pasti bersifat unik, dan dikeluarkan oleh CA hanya diberikan  setelah orang yang berwewenang telah memeriksa identitas entity. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Komponen Teknologi WEB

Komponen teknologi Web merupakan semua elemen yang berfungsi untuk optimalisasi kinerja pengaksesan web itu sendiri yang terdiri dari perangkat lunak dan perankat keras, meliputi :
1. Web Server merupakan sebuah aplikasi (software) di dalam sebuah server komputer yang digunakan untuk melayani user internet agar dapat mengakses suatu website didalamnya. Minimal didalam sebuah web server komputer terdapat sebuah aplikasi web server serta aplikasi-aplikasi pendukungnya antara lain
a. PHP
b. CGI
c. MySQL danantivirus
d. dll
Web server komputer tidak serta merta berdiri sendiri dengan mengandalkan koneksi internet, melainkan juga memerlukan paling tidak sebuah mesin komputer lain yang dikondisikan sebagai DNS (Domain Name System) server komputer. DNS Komputer ini yang berfungsi sebagai mesin pencatat lokasi/letak web server komputer tempat kita meletakan website. DNS server juga berfungsi sebagai mesin penunjuk jalan bagi para user internet yang ingin mengunjungi website kita. Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan client-nya dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, format data pada world wide web adalah SGML. Tapi para pengguna internet saat ini lebih banyak menggunakan format HTML (hypertext markup language) karena penggunaannya lebih sederhana dan mudah dipelajari. Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya dapat membuka dan membaca dokumen-dokumen yang ada dalam komputernya atau bahkan jauh tempatnya sekalipun. Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.
2. Chacing Server Cache server berfungsi untuk mengurangi kebutuhan bandwidth perusahaan secara keseluruhan dapat mengurangi biaya dan meningkatkan kinerja Selain mengurangi bandwidth internet Engage IP Cache Server dapat digunakan pada LAN, WAN, atau jaringan terdistribusi (frame relay) untuk mengurangi konsumsi bandwidth dan biaya. Dengan menggunakan beberapa Server Cache Perusahaan dapat dengan baik mengurangi bandwidth dan menggunakan jaringan pengiriman konten yang meningkatkan kinerja website. Engage IP Cache Server menyediakan caching, terukur dan solusi handal server proxy untuk perusahaan, penyedia layanan dan regional office / penyebaran lokasi. Data terdistribusi Entry level produk caching dirancang untuk memungkinkan organisasi untuk memindahkan konten sampai akhir network. Ideal untuk perusahaan jaringan pribadi dengan koneksi bandwidth rendah. Kinerja alat cache server yang memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan infrastruktur jaringan mereka untuk mengelola, mendistribusikan dan mempercepat konten dan lalu lintas internet. The EngageIP Cache Server alat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan menantang perusahaan dan penyedia layanan. komersial klien kami meliputi sekolah swasta, dan itu adalah wajib bahwa mereka memiliki web penyaringan solusi efektif di tempat serta akurat. Dengan engageIP Cache Server sebagai platform pengiriman untuk filtering.
3. Email Server E-mail merupakan singkatan dari surat elektronik. Setelah sistem komputer berbasis jaringan dikembangkan, pengguna komputer menginginkan suatu cara untuk berkomunikasi dengan mengirim pesan antar pengguna dalam jaringan tersebut. Proses pengiriman email ada bermacam-macam, seperti uucp, fido, smtp, x400, bitnet, janet, dan lain sebagainya. hMail server merupakan salah satu program Mail Server yang berbasis windows yang dipublikasikan kepada umum secara gratis dengan beberapa fasilitas yang cukup baik.
4. Load Balancing Server Load Balancing, adalah cara membagi-bagi beban kerja ke sekumpulan server diluar konteks komputing, misalnya membagi beban kerja web server, mail server, dll. Contoh penerapan dalam linux operating system sebagai berikut : usage:
balance [-b addr][-B addr] [-t sec] [-T sec] [-adfpHM] \
port [h1[:p1[:maxc1]] [!%] [ … hN[:pN[:maxcN]]]]
balance [-b addr] -i [-d] port
balance [-b addr] -c cmd [-d] port
-a enable channel autodisable option
-b host bind to specific address on listen
-B host bind to specific address for outgoing connections
-c cmd execute specified interactive command
-d debugging on
-f stay in foregound
-i interactive control
-H failover even if Hash Type is used
-M use MMAP instead of SHM for IPC
-p packetdump
-t sec specify connect timeout in seconds (default=5)
-T sec timeout (seconds) for select (0 => never) (default=0)
! separates channelgroups (declaring previous to be Round Robin)
% as !, but declaring previous group to be a Hash Type e
xamples:
balance smtp mailhost1:smtp mailhost2:25 mailhost3
balance -i smtp
balance -b 2001:DB8::1 80 10.1.1.1 10.1.1.2
balance -b 2001:DB8::1 80
Jadi cara pakainya adalah misalnya:
balance -f http 192.168.0.1 192.168.0.2 192.168.0.3
Option -f itu artinya balance jalan di foreground, berguna untuk kita debug dan cancel. Kalau misalnya sudah ok, bisa kita jalankan tanpa option -f, maka balance akan jalan di background.
Untuk melihat cara bekerja balance adalah dengan membuka sebuah terminal dan meload website 192.168.0.254 secara berulang2. Untuk mudahnya dapat kita gunakan text browser seperti elinks:
watch elinks –dump http://192.168.0.254 Untuk kebutuhan testing, dapat kita atur agar isi website di 192.168.0.1, 192.168.0.2, dan 192.168.0.3 berbeda, jadi command di atas akan menampilkan isi website yang berbeda, tanda bahwa balance sudah meload balancing traffik web ke tiga buah server tersebut.
5. Firewall merupakan aplikasi yang berfungsi untuk menjaga dan membatasi keluar masuknya aliran data dari web server computer kita. Banyak firewall yang beredar, lakukan pembatasan dalam pembukaan port-port yang memang benar-benar diperlukan untuk data masuk dan keluar.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Panduan Penulisan Tugas Akhir Manajemen Informatika

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan buku Pedoman Penulisan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan.

Bahwa pedoman penulisan Tugas Akhir ini merupakan pedoman bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Sumedang dalam penulisan Tugas Akhir sesuai dengan kaidah-kaidah tulisan ilmiah dan tata bahasa Indonesia.

Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak khususnya pimpinan STMIK Sumedang yang sudah memberi masukan dalam penyusunan buku Pedoman Penulisan Tugas Akhir.

Sumedang, Maret 2010

Ketua Prodi

Manajemen Informatika (D-3)


PETUNJUK PENULISAN TUGAS AKHIR

Dibawah ini adalah petunjuk penulisan Tugas Akhir yang akan dijabarkan di sini mencakup dari awal hingga Tugas Akhir diselesaikan. Perincian tersebut adalah:

  • Format kertas dan jenis huruf yang digunakan.
  • Susunan isi Tugas Akhir.
  • Penulisan kutipan.

Format Kertas dan Jenis Huruf

Kertas berukuran A4. Hanya satu muka yang boleh ditulis tiap lembarnya. Margin kiri tidak kurang dari 4 cm, atas, bawah dan kanan 3 cm. Ketikan harus berspasi ganda.

Secara umum digunakan huruf tegak Times New Roman 12 point. Huruf miring digunakan untuk menunjukkan istilah asing, untuk menegaskan istilah tertentu dan untuk menuliskan judul buku atau majalah. Huruf tebal digunakan untuk menegaskan istilah tertentu dan bisa untuk judul bab atau subbab. Huruf-huruf berjenis Serif digunakan untuk tulisan isi sedangkan untuk judul bab atau subbab bisa dengan huruf Serif atau Sans Serif. Jangan gunakan jenis huruf draft kecuali tidak ada pilihan lain.

Susunan Isi Tugas Akhir

Susunan isi Tugas Akhir terdiri dari tiga bagian pokok yaitu bagian pembukaan, bagian isi dan bagian pelengkap yang akan dijabarkan berikut ini.

Bagian Pembukaan

Setiap halaman pada bagian ini diberi nomor dengan angka romawi kecil: i, ii, iii, iv, dst. dan ditulis di bawah tengah 1.5 cm dari bawah. Khusus pada halaman judul nomor ini tidak ditulis. Bagian ini terdiri dari: halaman judul, halaman-halaman persetujuan, halaman abstrak, halaman prakata (atau ucapan terima kasih), halaman daftar isi.

Bagian Isi

Bagian ini merupakan isi Tugas Akhir, oleh karena itu halaman ditulis dengan angka biasa: 1, 2, 3, 4, 5. Khusus pada halaman judul bab, nomor halaman ditulis di bawah tengah 1.5 cm dari bawah. Pada halaman lain nomor halaman ditulis di sudut kanan atas, 1.5 cm dari atas, 2.5 cm dari kanan.

Tiap bab selalu diawali dengan judul bab yang ditulis di tengah (centre). Sekitar 3 cm dari atas ditulis “BAB n”, dimana n adalah nomor bab dan ditulis dengan huruf biasa: 1, 2, 3, 4, 5. Dua spasi dibawahnya ditulis judul bab dengan huruf kapital semua. Jumlah bab disesuaikan dengan kebutuhan.

Bagian Pelengkap

Penomoran halaman pada bagian ini merupakan sambungan dari penomoran pada bagian isi. Bagian ini terdiri dari halaman daftar pustaka, halaman riwayat hidup, halaman lampiran dan Indeks (kalau ada).

Apa yang Harus Ditulis pada Tugas Akhir?

Tugas Akhir terdiri dari 3 bagian, yaitu :

1. Bagian Pembukaan –     Halaman judul

–     Halaman persetujuan

–     Halaman abstrak

–     Halaman prakata

–     Daftar isi

–     Daftar tabel

–     Daftar tabel

–     Daftar gambar

–     Daftar lampiran

2. Bagian Isi –  Bab 1

–     Bab 2

–     Bab 3

–     Bab 4

3. Bagian Pelengkap –     Daftar pustaka

–     Riwayat hidup

–     Lampiran 3

–     Indeks

Berikut ini adalah pembahasan dari tiga bagian dari Tugas Akhir beserta beberapa contoh.

Penulisan Bagian Pembukaan

Halaman Judul Luar

<<JUDUL TUGAS AKHIR>>

TUGAS AKHIR

Oleh

<<Nama Penulis>>

<<NIM >>

<<LOGO STMIK SUMEDANG>>

STMIK SUMEDANG

(Tahun lulus)


Halaman Judul Dalam

<<JUDUL TUGAS AKHIR>>

TUGAS AKHIR

diajukan sebagai salah satu syarat

untuk  menenpuh gelar Ahli Madya

Program Studi Manajemen Informatika

Jenjang Pendidikan Diploma -3

Oleh

<<Nama Penulis>>

<<NIM >>

<LOGO STMIK SUMEDANG>

STMIK SUMEDANG

(Tahun Lulus)


1.      Halaman Persetujuan

Halaman persetujuan untuk Softcover persis seperti contoh berikut ini. Sedangkan untuk Hardcover cukup terdiri dari judul Tugas Akhir, tanda tangan oleh mahasiswa dan pembimbing.

Halaman Persetujuan Softcover

STMIK SUMEDANG

Pernyataan Kesiapan Tugas Akhir untuk Ujian Pendadaran

Pernyataan Penyusunan Tugas Akhir

[Saya],    <<Nama Penulis>>

dengan ini menyatakan bahwa Tugas Akhir yang berjudul :

<JUDUL TUGAS AKHIR>

adalah benar hasil karya [saya] dan belum pernah diajukan sebagai karya ilmiah, sebagian atau seluruhnya, atas nama [saya] atau pihak lain

<<tanda tanga>>

<<Nama Penulis>>

<<NIM>>

Disetujui oleh Pembimbing

Kami setuju Tugas Akhir tersebut diajukan untuk Ujian Pendadaran

<<tanda tangan>>

<<Nama Pembimbing>> <<Tanggal Persetujuan>>

<<NIP>>

2.      Halaman Persetujuan Hardcover

<JUDUL TUGAS AKHIR>

TUGAS AKHIR

Disusun oleh :

<<tanda tangan>>

<<Nama Penulis>>

<<NIM>>

Disetujui oleh :

Pembimbing

<<tanda tangan>>

<<Nama Pembimbing>>

<<NIP>>

STMIK SUMEDANG

(Tahun lulus)

3.      Halaman Pernyataan Dewan Penguji

Halaman Pernyataan Dewan Penguji dilampirkan setelah anda dinyatakan lulus pada ujian pendadaran Tugas Akhir sebelum menjilid buku secara hardcover. Halaman ini bisa diminta di Administrasi Layanan Mahasiswa  setelah mendapat persetujuan oleh Ketua Ujian Pendadaran pada berita acara ujian pendadaran.

4.      Halaman Abstrak

Abstrak berfungsi memberi gambaran secara singkat dan padat akan apa yang dijabarkan sehingga pembaca abstrak dapat memutuskan perlu tidaknya membaca keseluruhan Tugas Akhir. Jadi pada dasarnya abstrak berisi masalah yang akan dibahas dan bagaimana pendekatannya serta hasil yang dicapai.

Penulisan abstrak dinyatakan dalam satu paragraf yang mengikuti format berikut dan tidak lebih dari satu halaman:

*      Alasan dan tujuan penelitian dijabarkan tidak lebih dari tiga kalimat.

*      Metode penelitian dijabarkan maksimum empat kalimat.

*      Hasil penelitian juga dijabarkan tidak lebih dari 15 kalimat.

*      Simpulan, saran atau diskusi.

Jika anda rasa topik yang dibahas termasuk hal baru sehingga kemungkinan pembaca (di lingkungan kampus) belum mengetahui, pada halaman ini bisa diawali dengan memperkenalkan hal tersebut dan kaitannya dengan hal lain yang sudah dikenal saat ini.

Kalimat pada halaman ini berbentuk aktif, singkat dan jelas, maksimum 300 kata atau sekitar 30 kalimat, tidak termasuk kata bersuku satu (seperti: yang, dan, di, ke). Sebaiknya abstrak hanya satu halaman saja,dan diketik 1 spasi.

Kata kunci adalah kata yang akan digunakan untuk mencari buku pada katalog. Bila kata kunci itu dibaca akan segera mengingatkan orang tentang topik yang dibahas.


Contoh Halaman Abstrak

STMIK SUMEDANG

Program Studi Manajemen Informatika

Tugas Akhir

Tahun 2008/2009

JUDUL TUGAS AKHIR

<<Nama Penulis>>

<<NIM>>

Abstrak

TUJUAN PENELITIAN, ialah… Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

METODEPENELITIANXxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

HASILYANGDICAPAIXxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

SIMPULANXxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

(keterangan : abstrak dalam satu paragraf,150 kata)

Kata Kunci

xxxxxxxxxx, xxxxxxxxxx, xxxxxxxxxxxx, xxxxxxxxxxxx.

(diambil dari judul)

5.      Halaman Prakata (atau Ucapan Terima Kasih)

Halaman ini berisi ungkapan pribadi mengenai usaha yang telah dilakukan selama melakukan proyek penelitian Tugas Akhir dan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada sejumlah nama atau lembaga yang telah membantu dalam penyusunan proyek.

Walaupun demikian halaman Prakata ini tidak wajib dibuat. Sekiranya ini tidak dibuat, seyogyanya masih ada satu halaman dengan judul ‘UCAPAN TERIMA KASIH’ kemudian ditulis sejumlah nama/lembaga. Bisa juga ditulis apa peran yang pernah mereka lakukan. Sebenarnya cukup sulit menentukan siapa saja yang perlu ditulis di sini karena ada kalanya begitu banyak pihak yang membantu.

Namun sebagai patokan, mereka adalah pembimbing, pihak perusahaan tempat penelitian berlangsung, pihak yang memberi dana, dan pihak yang secara langsung membantu di dalam proses penelitian dan penulisan.

6.      Halaman Daftar Isi

Halaman ini terdiri dari Daftar Isi (termasuk lampiran), Daftar Tabel, Daftar Gambar. Dari halaman sampul hingga tepat sebelum isi bab 1 beri nomor halaman romawi kecil: i, ii, iii, iv, dan seterusnya.

Contoh Halaman Daftar Isi Tugas Akhir

DAFTAR ISI

Halaman Judul Luar

Halaman Judul Dalam

Halaman Persetujuan Softcover (untuk softcover)/Halaman Persetujuan Hardcover (untuk- hardcover)

Halaman Pernyataan Dewan Penguji (khusus hardcover)

Abstrak

Prakata

Daftar Isi

Daftar Tabel

Daftar Gambar

Daftar Lampiran

BAB 1    PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

1.2  Ruang Lingkup

1.3  Tujuan dan Manfaat

1.4  Hipotesis (kalau ada)

1.5      Metodologi

1.6      Sistematika Penulisan

BAB 2    LANDASAN TEORI

2.1 xxxxxxxxxxxxxxxx

2.1.1       xxxxxxxxxxxxxxx

2.1.2       xxxxxxxxxxxxxxx

2.2  xxxxxxxxxxxxxxxx

2.2.1       xxxxxxxxxxxxxxx

2.2.2       xxxxxxxxxxxxxxx

dst

BAB 3    HASIL  PENELITIAN

(judul dan isi tergantung masalah yang diteliti)

3.1  xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.1.1       xxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.1.2       xxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.2  xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.2.1       xxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.2.2       xxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.3  xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.3.1       xxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.3.2       xxxxxxxxxxxxxxxxxx

dst

BAB 4    SIMPULAN DAN SARAN

4.1  Simpulan

4.2  Saran

DAFTAR PUSTAKA

RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN

FOTOCOPY SURAT SURVEI

QUESIONER (Jika menggunakan)

HASIL IMPLEMENTASI (Jika Ada)

Penulisan Bagian Isi

1.      Bab 1 Pendahuluan

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dimulai dari hal-hal yang bersifat umum menuju hal yang berhubungan dengan topik Tugas Akhir yang dibahas. Tuliskan juga alasan apa yang melatarbelakangi anda meneliti topik Tugas Akhir anda.

Pada sub bab ini berisi keterangan mengenai:

  • Gambaran permasalahan.
  • Alasan pemilihan permasalahan, mengapa tertarik untuk mengambil topik ini
  • Pengertian istilah teknis(jika ada).
  • Identifikasi permasalahan

Masalah yang ditemui secara umum, apa adanya, namun jangan membuat simpulan karena ini akan dibahas lebih rinci di bab 3.

1.2  Ruang Lingkup

Batasan-batasan masalah/sistem yang anda bahas dalam Tugas Akhir. Asumsi-asumsi yang digunakan (kalau ada). Pada sub ini dijelaskan seluruh lingkup dan asumsi yang akan dipergunakan pada penulisan Tugas Akhir. Ruang lingkup adalah batasan masalah yang akan dikerjakan dalam penulisan Tugas Akhir sedangkan asumsi adalah hal hal yang sudah dianggap benar selama penelitian.


1.3  Tujuan dan Manfaat

Tujuan adalah point-point yang hendak dituju/dicapai. Bila point-point tujuan tercapai manfaat apa saja yang dapat diperoleh ditulis disini (kaitkan dengan hasil akhir pemecahan masalah).

Tujuan adalah hal-hal yang akan dicapai pada penulisan ini sedangkan manfaat adalah hal-hal yang terjadi apabila tujuan tercapai. Tujuan penelitian harus dinyatakan secara eksplisit, sejalan dan selaras dengan permasalahan penelitian.

Berikut ini beberapa contoh:

  • “Manfaat penelitian adalah diperolehnya informasi tentang …..”
  • “Tujuan penelitian adalah untuk manganalisis dan merancang …”
  • “Manfaat penelitian adalah terkumpulnya data penelitian ….”
  • “Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: “

1.4  Hipotesis (kalau ada)

Hipotesis adalah perumusan, dugaan jawaban atau jawaban sementara yang masih harus dibuktikan kebenarannya. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian mempunyai Hipotesis.

Contoh penelitian yang tidak perlu hipotesis:

  • Perancangan suatu perangkat alat, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
  • Pengembangan sistem informasi

1.5  Metodologi

Metodologi”. Pada Bab I Tugas Akhir dijelaskan secara ringkas tentang metode analisis dan metode perancangan yang dipakai dalam Tugas Akhir tersebut. Pada bab III, baru diuraikan lebih jauh.

Contoh:

Metodologi yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah:

1.  Metode pengumpulan data yang meliputi:

a.  Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara  mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang dihadapi.

b. Interview (wawancara)

Interview merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung dengan pihak yang berkepentingan.

  1. Library research

Library research merupakan teknik pengumpulan data dengan membaca, mempelajari dan menganalisa buku-buku serta teori yang relevan dengan masalah yang dihadapi.

2.  Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam pembuatan sistem ini. Diantaranya adalah prototyping, waterfall, spiral, dll yaitu metode yang digunakan untuk membuat atau merancang sebuah perangkat lunak/aplikasi yang didalamnya dibahas mengenai proses pembuatan sistem yang berurutan dimulai dari tahap analisis, perancangan, implementasi (penulisan program dan pengujian) dan pemeliharaan.

2.      Bab 2 Landasan Teori

BAB 2

LANDASAN TEORI

Pada dasarnya, bab ini berisi dua hal penting yaitu kerangka teori dan kerangka berfikir:

Kerangka Teori

  • Di sini disajikan teori yang relevan, lengkap, mutakhir dan urut sejalan dengan permasalahan.
  • Teori-teori yang dikemukakan berasal dari sumber-sumber teori dan dari hasil penelitian

Kerangka Pikir

Dari hasil teori dan temuan yang dikemukakan pada sub bagian di atas maka mahasiswa harus dapat menyusun suatu peta hubungan antar variabel atau teori yang telah dibahas. Diharapkan dengan membaca ini maka hubungan antara permasalahan, data yang terkumpul dan teknik analisis serta hasil penelitian akan menjadi lebih jelas.

Sebagai contoh jika mahasiswa akan membangun suatu sistem informasi persediaan barang dengan memanfaatkan VSAT maka pada bagian kerangka teori berisi teori atau uraian dari buku teks mengenai domain yang ditinjau, seperti kriteria suatu sistem persediaan barang yang baik, dan beberapa topik yang perlu diterangkan, misalnya mengenai pengolahan data terdistribusi dan fasilitas telekomunikasi di Indonesia. Alat analisis yang digunakan, sekiranya cukup kompleks, bisa juga diterangkan. Tetapi alat seperti diagram aliran data bisa juga tidak perlu ditulis. Sedangkan bagian kerangka berpikir berisi kemungkinan adanya tersedianya fasilitas telekomunikasi satelit yang memadai dan cukup murah harganya untuk dipergunakan di dalam sistem informasi yang dibangun.

Contoh lain jika mahasiswa merancang alat penangkap gambar dari rekorder video dengan komputer maka pada beberapa bagian kerangka teori menjelaskan tentang konvensi sinyal video, seperti PAL dan NTSC, spesifikasi interface dan monitor. Sedangkan bagian kerangka berpikir menjelaskan tentang kemungkinan dirancangnya suatu interface untuk menangkap gambar video karena misalnya sinyal analog bisa diubah ke bentuk digital dan alat untuk itu tersedia.

Untuk definisi/pengertian cukup 1-2 sumber (mana yang paling mewakili untuk penelitian anda). Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan dalam menjelaskan teori tidak hanya berhenti pada definisi saja, tapi perlu ada penjabarannya (misalkan karakteristiknya, jenis-jenis, tipe-tipe,dsb)

Contoh Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1  Teori-teori Dasar/Umum

Sistem Informasi merupakan   xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx.

2.1.1      Definisi Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah     xxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx.

2.1.2      Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx.

2.2     Teori-teori Khusus yang Berhubungan dengan Topik Yang Dibahas

Penggunaan HTML dalam dunia Internet merupakan  xxxxxxxx.

2.2.1      Definisi HTML

HTML adalah  xxxxx xxxx   xxx xxxx xxxxxx xxxx xxxxx.

2.2.2      Xxxxxxxxxxxxxxxxx

Xxxxxxxxxx xxxxx xxxx xxxxx xxxx xxxxx xxxx xxxxx xxxx xxxx xxxxxx xx xxxxxx xxxxxxxxxxxxx.

Bab 3 Inti Penelitian

BAB 3

INTI PENELITIAN

(judul tergantung masalah)

Bab ini sangat penting dan menunjukkan ukuran apakah mahasiswa layak sebagai seorang ahli madya. Hal ini karena bab ini membahas secara dalam kerangka berpikir analitik mahasiswa. Pada bab ini diuraikan secara lengkap dari keterangan pada butir 1.5 di atas. Pada dasarnya bab ini terdiri dari 3 butir yaitu:

  • Perumusan obyek penelitian atau populasi dan sampel
  • Metode pengumpulan data (Opsional)
  • Analisis data atau permasalahan

Sebagai contoh jika mahasiswa menganalisis dan merancang sistem informasi persediaan barang suatu perusahaan, maka ketiga butir uraian bisa tampak di sini. Itu adalah pada perumusan obyek penelitian atau populasi dan sampel berisi organisasi perusahaan dan tugas/kewenangan personilnya (Ini bisa menjadi sub bab 3.1), manual atau prosedur tertulis atau peraturan (Ini bisa menjadi subbab 3.2). Pada metode pengumpulan data dibahas prosedur yang dijalankan saat ini secara kenyataan di lapangan pada Bagian Pengolahan Data, Gudang, Pembelian, Produksi dan Keuangan. Ini berarti Anda melakukan pengumpulan data di lapangan (Ini bisa menjadi subbab 3.3, dst). Pada bagian analisis data atau permasalahan dijabarkan analisis sistem persediaannya. Untuk ini bisa digunakan diagram aliran data. Perbandingan antara kriteria menurut teori, prosedur tertulis dan prosedur di lapangan. Temuan yang diperoleh dari hasil perbandingan tersebut.

Jika mahasiswa merancang suatu perangkat keras, maka pembahasan pada bab ini adalah perancangan perangkat kerasnya dan bagaimana hal itu mungkin terealisasikan secara teori.

Jika mahasiswa merancang suatu paket perangkat lunak, maka pembahasan pada bab ini mengenai analisis kebutuhan, gambaran umum sistem yang mencakup diagram aliran data, diagram hubungan antar entitas atau diagram blok. dan formalisasi modelnya yang bisa menggunakan diagram transisi, diagram automata, gramar, spesifikasi formal atau algoritma.

Di dalam bab ini diuraikan secara garis besar kerangka analisis obyek yang diteliti. Bab ini terdiri dari beberapa subbab dengan judul, uraian dan alat bantu (diagram, chart, block schema) sesuai masalah yang dibahas. Format dan outline yang berlaku untuk menuliskan Bab 3 ini adalah menekankan pada inti permasalahan yang ada pada obyek yang diteliti. Berikut adalah beberapa contoh outline yang bisa diikuti oleh penulis Tugas Akhir:

(1)   Contoh yang mengarah ke rancang bangun, baik hardware, software, maupun aplikasi lainnya.

BAB 3

PERANCANGAN SISTEM

3.1  Rancangan Perangkat Keras

3.1.1       Diagram blok sistem

3.1.2       Modul-modul sistem dan cara kerjanya

3.2  Rancangan Peranti Lunak

3.2.1       Metode Perangkat Lunak

3.2.2       Diagram Alir Program utama

3.2.3       Diagram-diagram Alir Rutin pendukung

3.3  Rancang Bangun

(Sketsa dan dimensi dari sistem yang dirancang)

(2)   Contoh yang mengarah ke analisis dan perancangan sistem informasi

BAB 3

HASIL PENELITIAN

ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

3.1  Riwayat Perusahaan

3.1.1       Tahun berdiri perusahaan, Notaris, Nomor Akta, Alamat, Bidang usaha

3.2  Struktur Organisasi Perusahaan dan Pembagian Tugas, Tanggung Jawab, Wewenang dan hal-hal lain yang menyangkut perusahaan

3.3  Tata Laksana/Prosedur yang Sedang Berjalan

3.4  Diagram Aliran Data

3.4.1        Diagram Hubungan Sistem Informasi

3.4.2        Diagram Nol

3.5  Permasalahan yang Dihadapi

3.6  Alternatif Pemecahan Masalah

Hasil penelitian memuat sesuatu yang anda buat berdasarkan analisis permasalahan pada Bab 3. Pada bab ini terdapat 3 butir pembahasan penting yaitu:

  • Penyajian data penelitian
  • Pengolahan terhadap data yang terkumpul
  • Pembahasan

Sebagai contoh jika mahasiswa menulis tentang sistem informasi maka yang disajikan pada bab ini adalah perancangan sistem, diagram alir data, bagan tersusun, dll. Sedangkan jika mahasiswa membuat alat maka yang dijabarkan adalah hasil evaluasi dari alat tersebut misalnya kemampuan, kelemahan, dll dengan apa adanya.

Di dalam bab ini diuraikan secara garis besar kerangka Tugas Akhir yang merupakan jawaban atau solusi dari permasalahan di dalam obyek penelitian. Bab ini terdiri dari beberapa subbab dengan judul, uraian dan atau alat bantu (diagram, chart, block schema) yang sesuai dengan masalah yang dibahas. Format dan outline yang berlaku untuk menuliskan Bab 4 ini menekankan pada pemecahan masalah yang ada pada obyek yang diteliti. Berikut adalah beberapa contoh outline yang bisa diikuti oleh penulis skrispsi:

(1) Contoh outline perumusan obyek penelitian survei atau populasi dan sampel

BAB 3

HASIL PENELITIAN

3.1 Penyajian Data Penelitian

3.2 Pengolahan terhadap data yang terkumpul

3.3 Pembahasan Hasil Penelitian

(2)   Contoh yang mengarah ke rancang bangun, baik hardware, software, maupun aplikasi       lainnya.

BAB 3

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

3.1  Lingkungan Implementasi

3.1.1 Perangkat Keras

3.1.2 Perangkat Lunak

3.2  Prosedur Operasional

3.3  Rencana Implementasi

3.4  Evaluasi/Analisis Hasil Percobaan

(3) Contoh Outline yang mengarah ke analisis dan perancangan sistem informasi.

BAB 3

RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

3.1 Usulan Prosedur yang Baru

3.2  Diagram Aliran Data

3.2.1       Diagram Hubungan

3.2.2       Diagram Nol

3.2.3       Diagram Rinci

3.3 Data Sistem

3.3.1       Kamus Data (Aliran Data, Penyimpanan Data)

3.3.2       Normalisasi Data

3.3.3       Spesifikasi File Data

3.3.4       Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship Diagram)

3.4 Perancangan Proses

3.4.1       Bagan Terstruktur (Structure Chart)

3.4.2       Spesifikasi Proses (Process Specification)

3.5  Perancangan Masukan (Dokumentasi/formulir baru, layar masukan)

3.6  Perancangan Keluaran (Laporan-laporan/layar keluaran)

3.7  Rencana Implementasi

3.7.1       Lingkungan Implementasi

3.7.1.1 Perangkat Keras

3.7.1.2 Perangkat Lunak

3.7.1.3 Pengguna Sistem

3.7.2       Jadwal Implementasi Sistem

Bab 4 Simpulan Dan Saran

BAB 4

SIMPULAN DAN SARAN

4.1  Simpulan

Subbab ini berisi garis besar simpulan yang akan diambil dari inti penelitian dan hasil penelitian berupa informasi kualitatif.

Subbab ini mengulang kembali hal-hal penting tugas dalam paragraf singkat telah dibahas dalam Bab-bab sebelumnya.

Ulangi hasil pembahasan pada bab 4 tetapi dengan bahasa yang lebih singkat dan jelas. Terlihat gambaran antara harapan dan kenyataan. Tunjukkan kenyataan atau hasil penelitian atau tesis, namun tanpa mengandung informasi yang kuantitatif, seperti persentase, predikat penilaian, dsb.

4.2  Saran

Subbab ini berisi garis besar saran-saran yang merupakan tindakan yang perlu diambil untuk tindak lanjut yang lebih baik dari hasil pemecahan masalah.

Saran ditujukan untuk pihak yang diperkirakan dapat memetik manfaat dari hasil penelitian ini. Misalnya Anda menemui kegagalan, maka dapat Anda sarankan kepada peneliti berikut agar tidak mengulang kesalahan dengan menunjukkan secara eksplisit mengapa kegagalan terjadi.

Selain itu dapat juga mengemukakan sesuatu yang menarik yang perlu dilakukan sebagai kelanjutan dari hasil penelitian Jika mungkin dengan beberapa alternatif pemecahannya.

Penulisan Bagian Pelengkap

1.      Halaman Daftar Pustaka

Berisi Daftar Pustaka yang dipakai dalam pembahasan Tugas Akhir. Daftar pustaka harus disusun menurut abjad nama keluarga pengarang.

Halaman ini berisi daftar pustaka yang digunakan dan dirujuk didalam tulisan isi Tugas Akhir. Walaupun digunakan tetapi jika tidak dirujuk tidak boleh ditulis disini. Disamping itu referensi yang sifatnya umum atau hanya melengkapi tidak perlu dicantumkan disini. Contoh buku yang tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka adalah Buku Petunjuk Penulisan Tugas Akhir yang anda baca saat ini, kamus, buku petunjuk bahasa komputer atau periferal tertentu.

Mahasiswa diharuskan mengikuti aturan tata cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:

  1. Daftar Pustaka ditulis pada halaman belakang sebelum lampiran. Tulis judul ‘DAFTAR PUSTAKA’.
  2. Tulis semua butir publikasi dengan urutan abjad nama pengarang dan tahun. Jika terdapat nama pengarang dan tahun yang sama, maka setelah angka tahun beri akhiran a, b, c, dst. Publikasi tanpa nama pengarang ditulis diawal dan diurut berdasarkan tahun dan urutan abjad judul. Rincian referensi dapat diperoleh dari halaman judul atau halaman kulit dalam suatu buku. Jika itu merupakan majalah maka nama majalah dan volume bisa dilihat di halaman judul. Sedangkan nama pengarang dan judul artikel bisa dilihat di halaman awal artikel.
  3. Jika acuan berupa buku maka format penulisan sebagai berikut:

Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.

Contoh:

Rusli, H.(1991). Kewajiban-kewajiban Perusahaan di Indonesia. Huperindo, Jakarta.

Lasmana, E.(1992). Sistem Perpajakan di Indonesia, jilid-1. Prima Kampus Grafika, Jakarta.

Marsius, J.(1991). Perilaku Harga Jasa Dokter di Kodya Palembang. Tugas Akhir S1. Universitas Sriwijaya, Palembang.

Cushing,B.E.(1991). Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan, edisi ke-3. Terjemahan Kosasih, R. Erlangga, Jakarta.

  1. Jika acuan berupa artikel di dalam buku, maka format penulisan sebagai berikut

Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel dalam Nama_Editor(ed.)   Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.

Contoh:

Hedley, C.(1971). Reading dan Language Difficultiesm dalam Wilson, J.A.R.(ed.) Diagnosis of Learning Difficulties, pp135-156. McGraw-Hill, New-York.

  1. Acuan berupa artikel di dalam majalah, format penulisannya

Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel. Judul_Majalah, volume (nomor), halaman.

Contoh:

(1983). Issues in education today. Journal of Community Studies. Vol 6(10), pp2-4.

Widodo, J.(1993). Analisis kestabilan sistem. Jayabina, 1(1),pp16-36.

  1. Referensi dari internet

Nama_penulis, thn_edit, judul_artikel, alamat_situs

Keterangan:

Nama_Pengarang, Nama_Editor

Tulis dengan huruf tegak. Tulis nama keluarga diikuti dengan inisial nama diri.

Contoh:   Kurniawan, O., Marsius, J. dan Halim, F.A. ….

Kalau nama pengarang tidak ada, ditulis Anonim atau Anonymous, dst

Tahun_Publikasi

Tulis di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik. Isi dengan angka tahun publikasi. Ada ditemui suatu publikasi yang selalu dicetak ulang walaupun edisinya sama. Untuk kasus ini yang ditulis adalah tahun publikasi pertama kali muncul dan bukan tahun cetak terakhir.

Judul_Buku, Judul_majalah, Judul_Artikel

Judul buku             : huruf miring, huruf kecil.

Judul artikel           : huruf tegak, huruf kecil.

Judul majalah/jurnal      : huruf miring, huruf besar-kecil.

Seri

Merupakan nomor edisi atau nomor jilid.

Volume

Merupakan nomor volume

Nomor

Merupakan nomor urut terbitan di dalam tiap volume majalah atau jurnal umumnya dicirikan dengan nomor terbitan, volume dan tahun.

Halaman

Kalau hanya satu halaman, format: pnn. nn adalah nomor halaman. Kalau lebih dari satu halaman, format:

ppna-ppnb. na: nomor awal. nb: nomor akhir.

Penerbit

Merupakan nama penerbit. Hati-hati, jangan rancu dengan nama pencetak.

Kota

Merupakan kota tempat penerbit. Jika ada lebih dari satu nama, pilih yang pertama tertulis.

Contoh:   Gombong, Jawa Tengah

Englewood Cliffs, N.J.

  1. Jangan menyingkat judul jurnal.
  2. Jangan gunakan GELAR akademik pengarang.

2. Penulisan Kutipan

Format penulisan kutipan yang digunakan adalah mengikuti kaidah Sistem Harvard. Kaidah ini berbeda dengan yang telah digunakan pada waktu yang lalu. Perbedaan mendasar adalah tidak ada catatan kaki untuk menyatakan publikasi referensi. Adapun tata cara penulisan kutipan sbb:

  • Semua referensi untuk buku, artikel majalah, sumber statistik, dsb ditunjukkan dengan sebutan yang sesuai di dalam teks dengan nama keluarga/marga, tahun publikasi, dan halaman bila perlu, semua di dalam tanda kurung.

Berikut ini ada beberapa contoh:

…..  (Sinaga, 1970, p46) ……

….. berdasarkan pendapat Cushing (1991, p75) …..

….. berdasarkan pendapat Gazali (1991, pp109-115) ….

….. Lukas, Brown dan Hill (1992, p30) …

….. menggunakan deret Taylor(Gazali, 1991a) ………

….. menggunakan program perkalian matrik (Gazali, 1991b, pp109-115)

….. Berdasarkan Lukas, Brown dan Hill (1992) ternyata …

….. diperlukan empat langkah (Aryanto et al, 1991, p67) ..

….. Aryanto et al.(1991, p67) menyajikan  …..

Catatan penggunaan et al. hanya dibenarkan kalau acuan tersebut ditulis oleh lebih dari 2 pengarang. Contoh terakhir diperkenankan jika nama pengarang tidak diketahui.

  • Untuk nama orang Indonesia terkadang aturan tersebut tidak sepenuhnya dapat diikuti, karena tidak semua memiliki nama keluarga sehingga sering yang dikenal adalah nama diri.

Berikut ini diberikan beberapa contoh:

…….. menurut Amelia(1990, p20) ….

…….. (Marsius 1992, p36) …. (Marsius 1992, p20)….

Jika yang dirujuk itu berupa buku maka umumnya nomor halaman ditulis. Namun jika yang dirujuk merupakan artikel suatu majalah maka umumnya nomor halaman tidak ditulis. Walaupun demikian boleh saja mahasiswa merujuk satu buku tanpa nomor halaman asalkan yang dimaksud memang seluruh buku tersebut.

Jika merujuk lebih dari satu publikasi tulis semuanya di dalam satu tanda kurung. seperti contoh berikut:

……. (Jayono dan Vem, 1991, pp3-35; Jayono, 1992, p100) …

Tetapi bila suatu referensi berupa nama suatu lembaga, penulisannya menjadi

……(STMIK Sumedang,1993, pp234) …

Perlu diingat tidak dibenarkan menggunakan ‘ibid’, ‘op cit’, atau ‘loc cit’ atau menggunakan catatan kaki.

3.      Halaman Riwayat Hidup

Halaman ini berisi daftar riwayat hidup. Informasi yang ditulis di sini adalah:

Nama                           : xxxxxxxxxxxx

Tempat, tanggal lahir     : xxxxxxxxxxxx

Jenis kelamin                : xxxxxx

Alamat                         : xxxxxxxxxxxx

No. telepon                   : xxxx-xxxxxxx

Riwayat pendidikan        :xxxxxxxxxxxx

Pengalaman kerja          : xxxxxxxxxxxx

4.      Halaman Lampiran

Halaman ini biasanya terdiri dari Listing program, Gambar, Tabel dan sebagainya. Seluruh halaman ini diberikan nomor halaman yang diawali dengan huruf L dan dimulai dari L1 sampai Lxxx.

Gambar dan tabel harus dicetak dengan tinta (printer atau foto) dan tidak boleh dengan pinsil. Peletakannya diatur sedemikian sehingga terlihat serasi dengan teks dan tidak melebihi batas halaman. Usahakan agar tidak menggunakan kertas dengan ukuran yang berbeda sehingga terpaksa dilipat.

Gambar atau Tabel harus diberi nomor berurut, diberi keterangan dan harus dirujuk di dalam teks. Penulisan nomor gambar atau tabel bisa berurut untuk seluruh bagian inti Tugas Akhir dimulai dari Gambar 1. hingga Gambar n, namun bisa juga dikelompokkan tiap bab. Misalnya dalam Bab 2 mulai dari gambar 2.1 hingga gambar 2.n.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Contoh program perpustakaan sederhana

Contoh program perpustakaan sederhana mudah-mudahan bermanfaat untuk bahan latihan !!!

/**
*
* @author saeppani
*/
class Perpus {

String dataString;
int a=0;
int dataBulat ;

String [] jenis = new String[10];
String [] judul= new String[10];
String [] pengarang=new String[10];
String [] tahun=new String[10];
int [] thn= new int[10];

String []nama = new String[10];
String []anggota = new String[10];
String []alamat = new String[10];
int []agt = new int[10];

String noanggota,namapinjam;
int bpinjam=0,bayar=0,denda=0,jml=0,tbayar=0, lama=0,beabuku=0;
private Object InputKeyboard;
public void menu() {
System.out.println (“\n”);
System.out.println (“Menu Utama:”);
System.out.println (“__________________________”);
System.out.println (” 1. Katalog”);
System.out.println (” 2. Transaksi Peminjaman”);
System.out.println (” 3. Transaksi Pengembalian”);
System.out.println (” 4. Data Member”);
System.out.println (” 5. Input Katalog”);
System.out.println (” 6. Input Member”);
System.out.println (” 7. Exit”);
System.out.println (” \n”);
pilihMenu(); //memanggil method pilihMenu()
}
public void pilihMenu(){
int pilih = 0;
System.out.print(“\nMasukkan menu pilihan anda: “);
dataString=InputKeyboard.toString(); // pengambilan nilai dari keyboard ke dalam
// bentuk string
pilih = Integer.valueOf(dataString).intValue();
switch(pilih) {
case 1 :
katalog();// memanggil method Katalog
break;
case 2 :
transaksiPeminjaman(); //memanggil method transaksiPeminjaman()
break;
case 3 :
transaksiPengembalian(); //memanggil method transaksiPengembalian()
break;
case 4 :
member();  // memangil method member()
break;
case 5 :
inputKatalog(); // memanggil method inputKatalog()
break;
case 6 :
inputMember(); // memanggil method inputMember()
break;
case 7 :
System.out.println(“Terima kasih”);
System.exit(0);
break;
default :
System.out.print(“Pilihan anda tidak ada di dalam daftar !!”);
pilihMenu();
}
}
public void inputKatalog(){
System.out.print(“Masukan banyak buku yang di input: “);
String dataStringKatalog = InputKeyboard.toString();
int dataBulatKatalog = Integer.valueOf(dataStringKatalog).intValue();
for ( a=1;a<=dataBulatKatalog;a++){
System.out.print(“Jenis Ke “+a +”: “);
jenis[a] = InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Judul Ke “+a +”: “);
judul[a]= InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Pengarang Ke ” +a +”: “);
pengarang[a] = InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Tahun Ke “+a +”: “);
tahun[a] = InputKeyboard.toString();
thn [a]= Integer.valueOf(tahun[a]).intValue();
pilihMenu();
}
}
public void katalog(){
System.out.println (“\n”);
System.out.println (”                           Daftar Buku                        “);
System.out.println (“————————————————————–”);
System.out.println (” No.  |   Jenis   |    Judul    |    Pengarang   |   Tahun   |” );
System.out.print (“”);
for(a=1; a<=dataBulat; a++){
System.out.println(”  “+ a +”   “+jenis[a] + ”     “+ judul[a] +”     “+ pengarang[a]+”     ” + thn[a]+” “);
}
System.out.println(“”);
pilihMenu();
}
public void inputMember(){
System.out.println(“”);
System.out.println (”      Input Anggota       “);
System.out.println (“__________________________”);
System.out.print(“Masukan anggota yang di input: “);
String dataStringInputAnggota = InputKeyboard.toString();
int dataBulatAnggota = Integer.valueOf(dataStringInputAnggota).intValue();
for ( a=1;a<=dataBulatAnggota;a++)
{
System.out.print(“No.Anggota “+a +”: “);
anggota[a] = InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Nama “+a +”: “);
nama[a] = InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Alamat “+a +”: “);
alamat[a]= InputKeyboard.toString();
}
pilihMenu();
}
public void member(){
System.out.println (“\n”);
System.out.println (”                           Daftar Anggota                        “);
System.out.println (“—————————————————————–”);
System.out.println (” No  |      No.Anggta   |        Nama        |      Alamat       “);
for(a=1;a<=dataBulat;a++){
System.out.println( ” ” + a+”  “+ anggota[a]+”  “+nama[a] + ”  “+ alamat[a] +”   ” );
}
System.out.println(“”);
pilihMenu();
}
public void transaksiPeminjaman(){
System.out.println(“”);
System.out.println (“———————————————–”);
System.out.println (”               Peminjaman Buku         “);
System.out.println (“———————————————–”);
System.out.println(” Aturan Biaya Peminjaman per minggu:”);
System.out.println(”   1. Jenis Buku Majalah  = Rp.1000,-“);
System.out.println(”   2. Jenis Buku Textbook = Rp.2000,-“);
System.out.println(”   3. Jenis Buku Kamus    = Rp.3000,-“);
System.out.println(“”);
System.out.println(“Transaksi Peminjaman”);
System.out.println(“———————-“);
System.out.print(“No Anggota                = “);
noanggota = InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Nama Anggota              = “);
namapinjam = InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Jenis buku yang dipinjam  = “);
String dataStringJenisBuku = InputKeyboard.toString();
System.out.print(“Jumlah Buku yang dipinjam = “);
String dataStringJumlahPinjam = InputKeyboard.toString();
int jumlahBukuPinjaman = Integer.valueOf(dataStringJumlahPinjam).intValue();
int cekbuku = Integer.valueOf(dataStringJenisBuku).intValue();
if ( cekbuku == 1){
beabuku = 1000;
}
if ( cekbuku == 2){
beabuku = 2000;
}
if ( cekbuku == 3){
beabuku = 3000;
}
System.out.println(“—————————————”);
System.out.println(“Biaya Pinjaman            = “+ (jumlahBukuPinjaman * beabuku) );
System.out.println(“”);
pilihMenu();
}
public void transaksiPengembalian(){
System.out.println(“”);
System.out.println (“———————————————–”);
System.out.println (”               Pengembalian Buku               “);
System.out.println (“———————————————–”);
System.out.println(“”);
System.out.println(” Denda keterlambatan per hari adalah Rp. 500,-“);
System.out.println(“”);
System.out.println(“Transaksi Pengembalian”);
System.out.println(“———————-“);
System.out.print(“Jumlah hari pengembalian  = “);
String dataStringHariKembali = InputKeyboard.toString();
int hariKembali = Integer.valueOf(dataStringHariKembali).intValue();
if ( hariKembali > 7){
denda = hariKembali – 7;
}
System.out.println(“—————————————”);
int totalDenda = denda * 500;
System.out.println(“Total Denda                     = “+ totalDenda );
System.out.println(“”);
pilihMenu();
}
}

1 Komentar

Filed under Program Perpustakaan Sederhana

Method Overloading

Method Overloading adalah fitur dari Java yang memperbolehkan anda untuk membuat banyak Method dengan nama yang sama tapi memiliki argumen yang berbeda. Anda tidak perlu membuat banyak fungsi (Method) dengan nama yang berbedahanya karena argumennya berbeda, padahal fungsinya sama.

Contoh 1:

public class coba {

pulic void Test (int a, float b) {

}

public void Test (int a, float b, double c) {

} //overloading

public void Test (int a, float b, double c) {

} //overloading

}

Contoh 2:

public class coba {

pulic void Test () {

}

public void Test (string a) {

} //overloading

public void Test (double a){

} //overloading

pulic void Test (int a, double  b) {

}//overloading

}

Tinggalkan komentar

Filed under Konsep OOP

Wajib Dibaca Tentang OOP

Secara konsep Pemrograman Berbasis Objek memenuhi unsur unsur dibawah ini

Kita wajib hukumnya secara konsep memahami terlebih dahulu pengertian dari OOP itu sendiri, dapat disimak sebagai berikut :

OOP (Object Oriented Programming) atau Pemprograman berorientasi objek adalah suatu cara baru dalam berfikir serta berlogika dalam menghadapi masalah-masalah yang akan dicoba diatasi dengan bantuan komputer. OOP, tidak seperti pendahulunya (Pemprograman Terstruktur), mencoba melihat permasalahan lewat pengamatan dunia nyata dimana setiap objek adalah entitas tunggal yang memiliki kombinasi struktur data dan fungsi tertentu. Ini kontras dengan pemprograman terstruktur dimana struktur data dan fungsi didefinisikan secara terpisah dan tidak berhubungan secara erat.

Episode berikutnya kita lanjutkan dengan pembahasan

kelas merupakan kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

Dan setelah memahami pengertian oop dan  kelas langkah selanjutnya dilanjutkan dengan menambah wawasan mengenai materi

Objek membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
Abstraksi Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
Enkapsulasi Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

Tinggalkan komentar

Filed under Konsep OOP

IMPLEMENTASI OOP dalam Bahasa Pemrograman

Object Oriented Programing perlu kita perhatikan dan wajib kita buktikan dalam bentuk Praktikum, salah satu bahasa yang digunakan dalam praktikum selain yang sudah biasa kita dengar seperti Borland Delphi, Visual Basic terdapat juga tools bahasa pemrograman yang bernama Netbeans dengan perkembangan seri keluaran yang terus diperbaharui.

Seseorang dikatakan  menguasai dengan shahih mengenai pemrograman yaitu apabila menguasai ilmu tentang :

1. Pemecahan Masalah

2. Mampu menerjemahkan pemecahan masalah yang dikonversikan pada kemampuan algoritma.

3. Langkah terakhir mampu mengkonversi kemapuan algoritma dan pemrograman ke dalam coding bahasa pemrograman, walaupun salah satu bahasa.

Note : Tidak Usah banyak banyak cukup tiga bahasa yang dikuasai berdasarkan perkembangan.

Tinggalkan komentar

Filed under Java GUI with Netbeans Tools OOP